10 Hal Penting dari Blog Ini

Saya barusan baca tentang 10 Point Manifesto-nya Google. Iseng-iseng ingin coba bikin 10 Point Manifesto tentang fotografi menurut saya :D Sepuluh hal ini bisa dianggap hal paling penting yang berusaha saya sampaikan/ingatkan melalui blog ini. Karena itu, kemungkinan besar tulisan ini akan saya edit ke depannya, seiring berubahnya pemahaman/prioritas saya akan fotografi.

Sepuluh hal yang paling penting menurut saya untuk diingat, adalah:

1. There are no rules in photography

Fotografi adalah perpaduan dari aspek teknis dan aspek seni. Buanyak sekali pilihan yang harus diambil waktu kita memotret. Dari segitiga eksposure saja, banyak kombinasi yang bisa digunakan. Belum lagi dari aspek teknis secara keseluruhan. Belum lagi dari aspek seninya! Keputusan yang sedemikian banyak tersebut, dipadukan dengan kondisi dan situasi yang bermacam-macam juga, untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan, yang bisa bermacam-macam juga!

Di tengah sekian banyak keputusan yang harus diambil ini, manusiawi kalau kita mencari aturan. Aturan dari orang, atau dari rumus, atau dari hukum tertentu, untuk kita jadikan pegangan.

Jangan.

Tidak ada aturan dalam fotografi (apalagi hafalan rumus!), yang ada hanyalah saran atau petunjuk. Saran yang kadang berguna, kadang juga tidak. Karena itu, jangan terlalu terpaku. Idealnya, kita perlu belajar untuk:
– Melihat situasi
– Mempunyai tujuan yang ingin dicapai, dan
– Menentukan sendiri apa yang harus dilakukan di situasi tersebut, untuk mencapai tujuan tersebut

Dari banyak “aturan” yang pernah atau akan Anda baca, cobalah untuk melihat bagaimana saran tersebut berguna untuk Anda. Kapan kira-kira saran tersebut berguna? Kapan perlu dilanggar? Dan yang paling penting: apakah Anda benar-benar bisa melihat bahwa foto yang menuruti saran tersebut lebih bagus daripada yang tidak? Jawaban yang terakhir ini mungkin berubah seiring berjalannya waktu dan pengalaman, sih.. :)

2. A picture should be worth a thousand words

Foto adalah media untuk mengekspresikan atau mengkomunikasikan sesuatu. Apa yang diekspresikan, dan cara mengekspresikannya, bisa berbeda-beda, tapi sebisa mungkin dipilih dengan sengaja. Mulai dari tempat hunting, obyek foto, cara foto, olah digital, hingga penyajian/printing, sebisa mungkin dipilih dan dilakukan dengan sengaja dan terarah, untuk sebaik mungkin menyampaikan apa yang ingin diekspresikan.

Intinya? Motret ngga boleh ngasal, harus ada tujuannya :) Hal ini berhubungan dengan poin berikutnya..

3. Be beautiful, be meaningful, or be different

Ada tiga aspek yang bisa menjadi daya tarik foto: keindahan, makna, atau keunikan. Apapun yang ingin diekspresikan (seperti poin nomor dua di atas), jika fotonya tidak indah, tidak bermakna, dan juga tidak unik, di mana letak daya tarik foto tersebut? Sebuah foto harus mempunyai kelebihan di minimal satu aspek, dan tidak begitu mempunyai kekurangan di aspek yang lainnya.

Indah, berarti foto tersebut harus enak dilihat; entah karena obyeknya atau elemen-elemen grafisnya (warna, garis, dsb).

Bermakna, berarti foto tersebut menyampaikan suatu pesan, atau memancing suatu ingatan atau perasaan saat dilihat. Penyampaiannya bahkan tidak harus langsung, bisa juga simbolis :)

Unik bisa karena obyeknya jarang kita lihat sehari-hari (foto tukang becak di Malioboro akan ter”lihat” berbeda bagi seorang yang tinggal di Eropa, daripada seorang yang tinggal di Yogyakarta). Bisa juga obyek yang biasa kita lihat sehari-hari, tapi ditunjukkan dengan cara yang berbeda: bokeh, tone, freeze/slowspeed, dsb. Tentu saja, keunikan ini harus (seperti poin nomor dua) membantu mengekspresikan sesuatu, dan tidak unik semata-mata karena ingin unik saja :)

4. See visually

Sebuah foto bisa dilihat dalam dua abstraksi: intelek dan visual. Foto abstrak, misalnya, adalah foto yang mengabaikan sisi intelek, dan hanya menonjolkan sisi visual.

Jika intelek melihat jendela, maka visual melihat kotak.
Jika intelek melihat bayangan, maka visual melihat perbedaan gelap-terang.
Jika intelek melihat hamparan daun, maka visual melihat pola.
Jika intelek melihat sunset, maka visual melihat gradasi oranye dan biru gelap.

Belajar melihat (dan menyusun komposisi foto) secara visual akan sangat berguna untuk membuat foto yang lebih bagus.

5. Watch and learn

Namanya juga media ekspresi; kita akan dapat berekspresi lebih baik, kalau kita punya vocabulary yang lebih baik pula. Karena itu, sangat penting untuk melihat-lihat dan berusaha mengapresiasi foto orang lain.

Kenali dan perhatikan, foto mana yang Anda suka? Coba tebak poin 1-5 dari fotografer yang memotret foto tersebut:
Apa yang ingin ia ekspresikan?
Apakah foto itu indah, bermakna, unik, atau kombinasi di antara ketiganya (yang mana saja)?
Bagaimana kira-kira fotografer tersebut memotret, dari angle mana? Bagaimana komposisi fotonya?
Apakah ada aspek di foto itu yang membutuhkan gear tertentu? Jika iya, apa aspeknya (bukan gearnya)?

Ada baiknya juga kalau kita melihat-lihat foto kita yang paling kita sukai/banggakan, dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan di atas :)

6. Angle and composition are all we really have

Banyak orang mengatakan lighting (atau momen) adalah komponen yang penting dalam fotografi. Saya setuju, sih. Tapi dua elemen itu hanya menentukan kapan kita memotret: jepret sekarang atau nanti. (Kecuali memotret di studio dengan semua kondisi yang terkontrol.) Sedangkan angle dan komposisi menentukan bagaimana kita memotret.

Karena itu, menurut saya, yang lebih penting adalah angle dan komposisi. Angle adalah sudut mana yang kita gunakan saat memotret: atas, bawah, atau sejajar? Dari depan, belakang, atau menyamping? Komposisi adalah bagaimana kita me’racik’ elemen-elemen yang ada dalam frame. Angle dan komposisi tidak berdiri terpisah. Angle menentukan komposisi apa saja yang bisa kita gunakan, dan komposisi tertentu membutuhkan angle tertentu juga.

Selain itu, lighting yang kurang sempurna bisa “diakali” dengan pemilihan angle (dan komposisi) yang tepat. Menunggu dan memilih timing yang tepat juga percuma kalau angle dan komposisi kita tidak bisa memanfaatkan momen tersebut.

Kalau saya boleh pilih satu keahlian yang bisa di-download langsung ke kepala saya, yang saya pilih adalah angle dan komposisi :)

7. Know yourself, know your gear

Pahami diri Anda. Pahami selera Anda. Pahami jenis-jenis foto yang menarik bagi Anda, dan yang tidak menarik bagi Anda (walaupun menarik bagi orang lain). Hal ini berguna agar tidak menghabiskan waktu untuk memotret hal-hal yang tidak Anda sukai, atau menghabiskan uang untuk mempelajari sesuatu yang tidak akan berguna (tidak perlu workshop lighting studio kalau Anda punya passion fotografi landscape).

Pelajari bagaimana menggunakan kamera dan lensa. Bagaimana mengoptimalkan performa peralatan fotografi Anda. Jelas dong apa gunanya? :)

Ngomong-ngomong tentang gear, perlu tidak sih gear? Perlu dan tidak. Gear berguna untuk menghilangkan batasan-batasan tertentu. Tapi skill lah yang akan mengantar kita hingga keluar dari batasan yang lama tersebut. Ibaratnya gear bagus itu Blu-ray, dan gear jelek itu VCD. Film yang payah (misalnya Kuntilanak Ngesot Keramas – saya asal sebut, entah beneran ada atau tidak) pun tetap akan payah kalau ditonton di Blu-ray. Film yang bagus (misalnya The Raid) pun akan tetap bagus walaupun ditonton di VCD; walaupun tentunya akan lebih bagus lagi kalau ditonton di Blu-ray.

Intinya sih, kalau skill mentok, ya latih skillnya lebih dulu. Kalau gear mentok, baru mikir-mikir untuk beli gear :)

8. Embrace editing

Kamera toh hanya alat penangkap cahaya. Hasilnya kemungkinan besar berbeda dari yang kita cita-citakan. Mungkin kurang dramatis, mungkin warnanya belum bisa menyampaikan moodnya, mungkin ada bagian-bagian tertentu yang ingin ditonjolkan lebih dari yang lain. Atau mungkin hasil tangkapan kameranya kurang bisa mencerminkan obyeknya seperti yang terlihat oleh kita.

Karena itu, jika kita benar-benar ingin menghasilkan gambar yang mengekspresikan sepenuhnya apa yang kita inginkan, olah digital harus menjadi salah satu tahap dalam proses kerja kita. Anggaplah sebagai tahap “pemolesan akhir”, mungkin.

9. Keep moving forward

Ada dua sisi yang perlu diseimbangkan. Di satu sisi, kita perlu mencari sumber motivasi dan kepercayaan diri. Di sisi lain kita juga harus memacu diri kita sendiri untuk selalu improve. Posting di jejaring sosial, situs image hosting, forum, dsb, selain untuk mendapatkan pujian dan apresiasi, juga untuk mendapatkan kritik.

Jangan cepat puas. Selalu ada titik yang bisa diperbaiki, untuk membuat foto kita menjadi lebih baik, untuk menjadi fotografer yang lebih matang. Jangan bosan (atau enggan) untuk bereksperimen.

Selama ini selalu memotret dengan warna? Coba seminggu memotret dengan B&W.
Selama ini selalu memotret dengan orientasi frame horizontal (landscape)? Coba memotret dengan frame vertikal (portrait).
Selama ini selalu memotret dengan kamera angle lurus? Coba eksperimen dengan angle miring.
Selama ini memotret dengan lensa 50/1.8 dan main bokeh? Coba bermain wide angle dan main distorsi.
Banyak hal baru yang baru kelihatan bagusnya setelah kita coba sendiri :)

10. Have fun

Hal ini lebih berlaku untuk hobbyist/amatir daripada untuk fotografer profesional, sih. Have fun. Namanya juga hobi, apa gunanya punya hobi kalau malah lebih membuat kita tertekan daripada enjoy? Jangan terlalu mencari kesempurnaan, tapi cari kepuasan.

Bagi profesional pun menurut saya masih bisa menerapkan hal ini. Setelah Anda yakin sudah mendapatkan foto-foto yang dibutuhkan untuk “tugas utama”, tidak ada salahnya memotret dengan bebas, sesuai keinginan Anda pribadi untuk berekspresi atau bahkan berekspresimen.

3 responses to “10 Hal Penting dari Blog Ini

  1. Ping-balik: BELAJAR MOTRET | duta photography·

  2. wawasanku bertambah.,
    ini adalah bagian paling menarik dari blog ini.,
    cocok buat saya yang mulai beranjak pindah dari kamera ponsel ke DSLR.,
    sangat bermanfaat mas.,
    keep posting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s