Bokeh!! Bagaimana caranya?

Salah satu hal yang membuat foto jadi bagus adalah jika foto itu menampilkan hal yang berbeda dengan yang biasa kita lihat sehari-hari. Salah satunya dengan adanya bokeh di foto.

Apa sih bokeh itu? Istilah “bokeh” bisa punya beberapa makna, tapi semuanya berhubungan dengan satu hal: daerah yang blur karena out of focus. 

Ada bagian yang focus dan yang out of focus

Kadang bokeh digunakan untuk mengacu ke daerah yang out of focus itu sendiri: “Gimana ya caranya biar bisa bokeh?”

Titik-titik cahaya menjadi bulatan-bulatan ketika out of focus

Bisa juga bokeh digunakan untuk mengacu ke karakteristik atau keindahan blur-nya: “Bokehnya creamy,” atau “Wah, sayang bokehnya berantakan.”

Dan, yang lebih jarang, bokeh mengacu ke titik-titik cahaya yang out of focus.

Jadi, bagaimana cara membuat bokeh? Dengan kata lain, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bokeh? Tentu saja, jawabannya ada di syarat out of focus atau blur itu sendiri.

Depth of Field dan Bokeh

Lensa kamera dirancang untuk terfokus pada rentang jarak tertentu (bukan pada titik tertentu, suatu kesalahpahaman yang sering terjadi). Rentang jarak ini disebut ruang tajam (atau sering juga disebut depth-of-field/DOF). Objek-objek yang terletak pada ruang tajam akan terlihat tajam, dan objek di luar ruang tajam akan terlihat blurry. Semakin jauh objek dari DOF, akan terlihat makin blurry. Karena itu, salah satu cara untuk ‘menambah’ bokeh adalah dengan menjauhkan background dari objek. Selain itu, semakin dekat objek (di luar DOF) dengan lensa kamera, akan terlihat makin blurry. Foreground yang makin dekat ke kamera akan terlihat makin blurry, dan bisa menjadi bokeh.

Objek dengan jarak yang sama akan terlihat makin membokeh jika DOF makin menipis. Karena itu, jika mengejar bokeh (semata), kita bisa melakukannya dengan mempersempit DOF. Faktor apa saja yang mempengaruhi tebal/tipis DOF?

1. Aperture

Aperture besar, background lebih membokeh

Aperture lebih kecil, background terlihat lebih jelas

Jika kita memotret dengan lensa yang sama (focal lengthnya), dengan scene yang sama, maka aperture yang lebih besar (angka aperture lebih kecil) akan menghasilkan DOF yang lebih tipis, dan karena itu lebih bokeh hasilnya.

2. Focal length

Dengan jarak, aperture, dan scene yang sama, maka lensa dengan focal length lebih besar (lebih tele) akan mempunyai DOF yang lebih tipis, sehingga lebih bokeh.

3. Jarak dengan objek

Dengan focal length, aperture, dan scene yang sama, maka semakin jauh jarak objek, semakin tebal DOFnya. Semakin kita mendekati objek, makin tipis DOFnya (dan makin bokeh)

T-a-p-i, pada prakteknya, jika kita menggunakan lensa dengan focal length yang makin besar, kita harus mundur menjauhi objek untuk mendapatkan komposisi yang sama. Focal length makin besar makin mempertipis DOF, jarak dengan objek makin jauh makin mempertebal DOF; kedua efek ini saling meniadakan.

Efek akhirnya, terlepas dari focal length yang digunakan, jika kita ingin mendapatkan komposisi yang sama (objek yang sama besarnya di frame), maka yang mempengaruhi DOF hanyalah aperturenya saja.

Namun, ada catatan: karena lensa tele memperbesar background, maka efek blur di backgroundnya juga jadi diperbesar, sehingga bisa terlihat makin bokeh.

RANGKUMAN

Jadi, sebagai rangkuman, untuk memperkuat efek bokeh, kita bisa:

– Menggunakan aperture yang lebih besar (angka yang lebih kecil).

– Menjauhkan background dengan objek

– Mendekatkan kamera dengan foreground

– Menggunakan lensa dengan focal length yang lebih tele (hanya terlihat lebih bokeh)

– Mendekati objek tanpa mengubah focal length (mungkin mengubah komposisi)

Perlu diingat, hal-hal di atas hanya mempengaruhi derajat ke-blur-an atau kebokehan saja. Kualitas atau keindahan bokehnya sendiri tidak terpengaruh, karena merupakan karakteristik lensa. Dengan kata lain, sudah dari sononya.

Jadi, kapan mau mulai berlatih menciptakan bokeh di foto? :)

Comments are welcome.

6 responses to “Bokeh!! Bagaimana caranya?

  1. Ping-balik: Panduan Memilih Lensa untuk Pemula « **GM*Photography**·

  2. Ping-balik: MEMAHAMI SPEK DAN ISTILAH-ISTILAH LENSA KAMERA DSLR | Thanks For Visit·

  3. Ping-balik: MEMAHAMI SPEK DAN ISTILAH-ISTILAH LENSA KAMERA DSLR | The Journey·

  4. Ping-balik: PANDUAN MEMILIH LENSA UNTUK PEMULA | The Journey·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s