Keindahan.. Bukan kesempurnaan (teknis).

Entah kenapa, saya lebih suka belajar bagaimana membuat foto yang indah daripada bagaimana mengoperasikan kamera. Bagi saya, keindahan bukan monopoli kamera fullframe atau bahkan kamera DSLR saja. Kalau keindahan dapat keluar melalui guratan pensil dan goresan kuas, berarti tanpa belajar shutter speed dan aperture pun keindahan itu bisa keluar. Kalau keindahan dapat keluar melalui kamera film hitam putih keluaran puluhan tahun yang lalu, berarti saya tidak perlu mengikuti perkembangan gadget terbaru. Dan keindahan tentunya tidak ada hubungannya dengan seberapa lincahnya jari kita bisa memutar dial karena menggunakan mode manual pada kamera ;)

Yang lebih membuat saya penasaran adalah bagaimana caranya menghasilkan satu foto yang “gue banget”. Fotografi, bagaimanapun juga, adalah media yang masih terikat pada kenyataan: yang ada di dalam foto kita haruslah hal-hal yang ada di sekitar kita. Kita tidak punya kebebasan seorang pelukis untuk menciptakan satu karya yang “gue banget” itu tadi. Tapi kita masih bisa memilih kenyataan apa yang akan kita abadikan, dan bagaimana caranya. Lewat pilihan-pilihan (komposisi, pencahayaan, faktor teknis, hingga olah digital) itulah kita men”cipta”kan, atau menyoroti dan menonjolkan, keindahan.

Tentu saja, ketika saya mengatakan “keindahan”, yang saya maksudkan bukan hanya keindahan dalam artian bunga-bungaan, sinar matahari dan padang rumput yang hijau, riuh dengan gelak tawa. Tidak. Karena hidup ini, bagaimanapun juga, indah. Hidup, yang selain gelak tawa juga berisi isak tangis dan tetesan keringat, ini indah.

Apapun keindahan itu, saya tidak punya wewenang untuk mendefinisikannya. Keindahan Anda dan keindahan saya mungkin berbeda. Tapi yang jelas, karena Anda masih membaca blog ini, artinya kita sama-sama ingin men’cipta’kan keindahan itu.

Semoga blog ini dapat menjadi pengingat bagi saya (dan, jika cocok, Anda) untuk tidak terlalu lekat dengan aperture dan shutter speed, dengan lensa dan kamera yang tiap tahun keluar versi barunya, karena itu semua hanyalah sarana. Sarana untuk menuangkan “gue banget” ke dalam suatu foto. Dan semoga, dengan kamera DSLR ataupun pocket ataupun kamera ponsel, dengan mode otomatis ataupun manual, koleksi kita makin penuh dengan foto-foto yang “gue banget”.

May the light be ever in your favor :)

2 responses to “Keindahan.. Bukan kesempurnaan (teknis).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s