Memory card mahal, perlukah?

Anda sudah membeli kamera yang mahal (bahkan kalau bukan SLR pun minimal ratusan ribu kan harganya?), Anda sudah menghabiskan waktu dan energi untuk hunting foto, menangkap momen-momen yang tidak akan terulang lagi. Tentu saja jangan ambil resiko kehilangan semua hasil foto Anda karena memory card yang harganya sangat murah!

Kebanyakan kamera di-bundle dengan memory card. Sayangnya, kebanyakan memory card tersebut kualitasnya meragukan. Memang, namanya juga barang elektronik, tentu tidak mungkin rusak 100%. Jadi, saya yakin banyak cerita di luar sana yang isinya kurang lebih “ah, saya pakai memory card merk abal-abal selama bertahun-tahun, tidak masalah kok, tidak pernah rusak!”.

Tapi apa Anda mau ambil resiko?

Memory card dengan merk Transcend, class 10, 8GB, harganya kira-kira hanya 100 ribu rupiah. Harga yang sangat murah untuk memperkecil kemungkinan hilang atau rusaknya foto gara-gara faktor memory card. Jika Anda membutuhkan kecepatan, ada lagi merk yang terkenal kecepatannya: SanDisk. (Tapi pastikan bahwa kamera Anda bisa menggunakan teknologi memory ybs. Cek buku manual atau website yang bersesuaian :) Teknologi UHS, misalnya, tidak semua kamera bisa menggunakan..)

Walaupun, namanya juga barang buatan manusia, kerusakan tetap bisa terjadi, apapun merk memory cardnya. Tapi saya tetap menyarankan mengeluarkan uang sedikit (100 ribu dibandingkan harga kamera) untuk memperkecil kemungkinan tersebut :)

Sekedar gambar saja, tidak ada hubungannya :D

The Need for Speed

Saat memotret, kita menyimpan foto ke memory card. Pemotretan video, RAW, atau burst (memotret berkali-kali dengan sekali menekan dan menahan tombol shutter) membutuhkan kecepatan menyimpan yang tinggi. Jika tidak, maka proses perekaman video akan berhenti, atau kamera akan berhenti memotret, untuk menyimpan foto ke memory card. Selama hal ini terjadi, kamera tidak dapat digunakan. Sangat mengganggu jika sedang mengejar momen!

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah memory card yang tidak cukup cepat.

SD Card mempunyai klasifikasi yang menunjukkan kecepatan kartu tersebut. Setahu saya, ada empat kelas SD card: class 2, class 4, class 6, dan class 10. Angka yang digunakan menunjukkan kecepatan minimal dalam menulis file ke memory card.

Karena class maksimal adalah class 10, maka produsen yang menghasilkan SD card dengan kecepatan (jauh) lebih dari itu juga terpaksa harus mengklasifikasikannya “hanya” sebagai class 10. Tapi, sebagai alat marketing, mereka mencantumkan kecepatan transfernya selain mencantumkan classnya. Tapi, patut diingat, karena penulisan kecepatan ini tidak diregulasi, maka yang biasanya ditulis adalah kecepatan maksimal dalam membaca file dari SD card (yang hanya akan berguna saat kita mengcopy foto ke computer, sama sekali tidak berguna dalam pemotretan). Meskipun demikian, kecepatan ini bisa digunakan sebagai petunjuk kecepatan menulis.

Belakangan muncul teknologi baru, yaitu UHS, yang memungkinkan kecepatan yang lebih cepat lagi daripada teknologi sebelumnya. Namun, tidak semua kamera bisa menggunakan teknologi UHS ini. Walaupun di-klaim mempunyai kecepatan (baca? maksimal?) 85MB/s, jika kamera Anda tidak bisa menggunakan teknologi UHS maka sepertinya kecepatannya hanya akan seperti kecepatan (baca maksimal) SD card class 10 biasa (kurang lebih 20MB/s).

Jangan gunakan kabel data

Sepertinya sedikit OOT tapi masih berhubungan: biasakan untuk mencabut memory card dari kamera dan gunakan memory card reader untuk memindahkan foto dari kamera ke komputer. Ini akan memperkecil kemungkinan kamera rusak (secara langsung atau perlahan-lahan) karena arus listrik dari laptop, terutama kalau laptop sedang di-charge.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s